Penyebab Telat Haid dan Cara Mengatasinya

Setiap wanita pasti akan mengalami yang namanya haid atau menstruasi. Haid atau menstruasi adalah suatu keadaan berupa keluarnya darah dari rahim seorang wanita usai ovulasi secara berkala. Kondisi tersebut disebabkan karena terlepasnya lapisan endometrium rahim. Siklus bulanan ini normal terjadi pada wanita dan dipengaruhi oleh naik turunnya kandungan hormon selama satu bulan. Bagi anak perempuan yang telah berusia 11-14 tahun, biasanya akan mengalami haid untuk yang pertama kali. Haid ini juga menandakan anak perempuan tersebut telah beranjak remaja dan memasuki masa pubertas. Berbeda dengan anak laki-laki yang memasuki masa pubertas setelah ditandai dengan mimpi basah lalu diikuti perkembangan pada fisiknya. Pada masa pubertas, anak perempuan juga akan mengalami perubahan pada fisiknya antara lain payudara membesar, suara lebih nyaring, tumbuhnya rambut pada area tubuh tertentu, dan sebagainya. Untuk haid atau menstruasi dari wanita sendiri biasanya berhenti pada saat mulai menopause. Seorang wanita akan mengalami menopause pada usia kira-kira 51 tahun.

Siklus haid pada wanita rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Tetapi, tidak semua wanita memiliki siklus haid yang sama. Terkadang sebagian wanita juga memiliki siklus haid setiap 21 sampai 31 hari. Untuk lama haid atau menstruasi sendiri rata-rata terjadi selama 5 hari. Terkadang ada juga wanita yang mengalami haid selama 2 sampai 7 hari dan paling lama 15 hari. per harinya, darah yang dikeluarkan saat menstruasi adalah 10 mL sampai 80 mL. Rata-rata darah yang keluar setiap harinya adalah 35mL. Namun, Anda harus waspada apabila menstruasi terjadi lebih dari 15 hari. Pasalnya, darah yang keluar setelah lebih dari 15 hari itu merupakan darah penyakit. Begitu pula dengan kondisi telat haid yang perlu dicari penyebabnya. Pada saat siklus haid atau menstruasi, tubuh wanita akan mengeluarkan hormon yang berfungsi untuk menjaga tubuh agar tetap dalam keadaan sehat. Kondisi ini juga berfungsi untuk mempersiapkan tubuh untuk proses kehamilan. Oleh karena itu, apabila tidak terjadi pembuahan pada sel telur, sel telur akan keluar dari jalan lahir bersama dengan lapisan endometrium dari dinding rahim yang meluruh.

Penyebab Telat Haid

Siklus haid atau menstruasi memang merupakan serangkaian perubahan pada tubuh wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Dengan siklus tersebut, maka tubuh wanita setiap bulan siap untuk hamil. Namun, bukan berarti apabila seorang wanita tidak haid atau terlambat haid dipastikan sedang mengalami kehamilan. Hal ini karena sering terjadi seorang wanita yang tidak melakukan hubungan seksual namun mengalami haid yang terlambat. Terdapat sepuluh faktor yang menyebabkan seorang wanita bisa mengalami telat haid. Berikut di antaranya :

  1. Mengalami Stres

Seseorang yang mengalami stres akan mempengaruhi jalannya fungsi di dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi. Saat sedang stres, akan terjadi gangguan pada hormon dan bagian otak  yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi (hipotalamus). Akibat lain dari stres adalah berat badan yang dapat naik maupun turun secara drastis. Perubahan berat badan baik naik maupun turun ini juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Oleh karena itu, bagi para wanita yang sering mengalami terlambat datang bulan sebaiknya mengubah gaya hidupnya, berlatih teknik relaksasi, dan rutin berolahraga untuk mengurangi stres dan memperlancar siklus menstruasi.

  1. Kelebihan Hormon Prolaktin

Hormon prolaktin diproduksi oleh kelenjar pituitari yang biasanya akan meningkat pada masa menyusui bayi. Peningkatan hormon juga dapat terjadi akibat seseorang terserang penyakit ginjal dan tumor kelenjar pituitari di otak. Produksi hormon prolaktin yang tidak normal atau berlebih juga akan berpengaruh pada kinerja hormon lain di dalam tubuh, termasuk hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam proses menstruasi. Akibatnya, siklus menstruasi bisa terganggu dan terjadi keterlambatan.

  1. Obesitas

Obesitas yang dialami oleh seseorang akan mempengaruhi kinerja organ yang berada di dalam tubuh. Bertambahnya berat badan juga bisa menjadi pemicu perubahan hormonal pada wanita. Seorang wanita yang memiliki indeks massa tubuh 25 – 30 atau lebih dari 30 berpotensi lebih tinggi untuk mengalami keterlambatan menstruasi. Oleh karena itu, seseorang yang kelebihan berat bada sebaiknya mulai melakukan diet dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat agar tidak mengalami menstruasi yang sering terlambat.

  1. Penurunan Berat Badan

Seseorang yang mengalami terlambat menstruasi juga bisa disebabkan oleh turunnya berat badan. Fungsi tubuh dan proses di mana salah satu indung telur melepaskan sel telur atau ovulasi akan terhenti apabila seorang wanita memiliki berat badan kurang 10 persen dari berat badan ideal. Mengonsumsi vitamin untuk menambah nafsu makan bisa dilakukan untuk menaikkan berat badan sekaligus memperbaiki siklus menstruasi.

  1. Pengaruh Alat Kontrasepsi

Seorang wanita yang mengonsumsi pil pencegah kehamilan atau pil KB juga dapat mempengaruhi siklus haid atau menstruasi. Hal ini karena pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang berfungsi mencegah indung telur melepaskan sel telur. Agar siklus haid bisa kembali normal dan konsisten, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar enam bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Tidak hanya yang berupa pil, alat kontrasepsi lain yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan telat haid.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS)

Faktor yang keenam adalah PCOS yang merupakan suatu kondisi di mana terdapat kelainan pada hormon dan sistem metabolisme. Kondisi ini dapat menyebabkan indung telur terganggu. Sehingga, siklus menstruasi dapat terganggu berupa keterlambatan, tidak menstruasi sama sekali, hingga dapat mempengaruhi kesuburan.

  1. Merokok

Merokok merupakan salah satu aktivitas yang sangat merugikan tubuh baik untuk perokok aktif maupun pasif. Hal ini karena rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang tidak baik untuk tubuh, salah satunya nikotin. Zat tersebut dapat mempengaruhi hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam siklus menstruasi. Wanita yang merokok tentu memiliki risiko gangguan pada menstruasi termasuk keterlambatan.

  1. Masalah Tiroid

Proses metabolisme di dalam tubuh manusia diatur oleh kelenjar tiroid. Siklus menstruasi dapat terganggu apabila hormon tersebut tidak bekerja dengan baik. Beberapa gejala yang mengindikasikan adanya masalah tiroid seperti merasa sangat lelah, rambut rontok, sensitif terhadap suhu panas dan dingin, serta perubahan berat badan. Untuk mengatasi masalah ini, bisa dengan meminum obat atau operasi.

  1. Penyakit Kronis

Salah satu penyakit kronis yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi adalah diabetes. Gula darah yang tidak stabil dapat berpengaruh pada perubahan hormon. Hal inilah yang membuat siklus menstruasi menjadi terganggu. Ada juga penyakit celiac yang menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kerusakan tersebut dapat mengganggu tubuh dalam menyerap nutrisi yang penting. Sehingga, menstruasi menjadi terlambat.

  1. Menopause Dini

Seorang wanita biasanya mulai mengalami menopause pada usia kira-kira 45-55 tahun. Apabila, seorang wanita telah mengalami gejala menopause pada usia di bawah 40 tahun, kondisi ini kemungkinan adalah menopause dini. Saat mengalami menopause, pelepasan sel telur akan terhenti. Kondisi ini membuat siklus menstruasi terlambat atau bahkan terhenti sama sekali.

 

Cara Mengatasi Haid yang Sering Terlambat

Haid merupakan kondisi yang normal bagi setiap wanita. Namun, seorang wanita juga bisa saja mengalami haid yang terlambat. Telat haid bisa terjadi karena pengaruh beberapa faktor penyebab yang telah kita bahas di atas. Bagi seorang remaja yang tak kunjung mendapat haid, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan perlu dilakukan karena ditakutkan terjadinya selaput darah yang tertutup rapat. Hal ini tentu cukup buruk karena pada normalnya, selaput darah memiliki lubang-lubang. Sedangkan bagi wanita yang telah menikah, haid yang terlambat bisa terjadi karena baru selesai melahirkan atau menyusui. Namun, bisa juga terjadi karena terserang infeksi hingga penyakit kewanitaan lainnya. Untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan, maka Anda perlu mengetahui cara mengatasi haid yang terlambat agar kembali berjalan dengan lancar dan normal. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami seperti buah dan sayur tertentu untuk kembali memperlancar siklus haid. Beberapa cara di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah haid yang sering terlambat :

  1. Jus Wortel

Wortel adalah salah satu sayuran yang merupakan sumber vitamin A yang tinggi, vitamin C, kalsium, dan zat besi yang baik serta mampu mengatur fungsi hormonal dengan tepat. Jika Anda mengalami masalah pada haid, bisa diatasi dengan meminum jus wortel secara rutin dengan sedikit gula atau bahkan tanpa gula.

  1. Jahe

Jahe mengandung banyak zat dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan tersebut mulai dari vitamin A, B2, C, karbohidrat, minyak atsiri, serat, lemak, kalsium, sodium, fosfor, zat besi, dan niasin. Cara pemanfaatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan minum air rebusan jahe dengan tambahan sedikit gula atau madu untuk meningkatkan rasanya. Jahe akan membantu meningkatkan aliran darah dan juga mampu meredakan rasa nyeri yang timbul saat sedang haid.

  1. Kunyit

Kunyit telah lama dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Selain digunakan sebagai bumbu dapur, kunyit juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional. Kunyit memiliki kandungan berupa senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa ini mampu digunakan sebagai zat anti-inflamasi dan anti-oksidan. Anda bisa meminum air rebusan kunyit untuk mengatur keseimbangan hormon dan siklus haid.

  1. Daun Pepaya

Pepaya adalah buah yang nikmat dan manis ketika dimakan. Berbeda dengan daun dari pepaya yang memiliki rasa pahit dan tidak disukai oleh banyak orang. Padahal, daun pepaya ini mengandung banyak vitamin mulai dari A, B, C, D, dan E serta kalsium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Cara pemanfaatan daun pepaya sebagai obat telat datang bulan adalah dengan merebusnya dalam dua gelas air mineral lalu ditambahkan asam jawa dan garam secukupnya. Rebus ramuan tersebut hingga air tersisa satu gelas lalu minumlah. Selain memperlancar siklus haid, ramuan daun pepaya ini juga bisa digunakan sebagai pereda nyeri atau kram saat haid.

  1. Air Kelapa Hijau

Air kelapa hijau memiliki kandungan senyawa laurat yang berfungsi sebagai anti-jamur, anti-bakteri, dan anti-virus. Selain itu, air kelapa hijau juga mengandung banyak gizi sehingga mampu melawan berbagai penyakit, termasuk untuk mengatasi telat haid.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *